Minggu, 20 Maret 2011


Mengajarkan Anak Disleksia
Bayangkan Anda sedang berada di Cina atau Arab. Bayangkan Anda berada di tempat umum yang semua petunjuknya ditulis dengan tulisan Cina atau Arab. Apakah Anda mengerti? Ataukah Anda bingung? Atau malah Anda beranggapan bahwa semua itu hanyalah sebuah tulisan-tulisan keriting yang tidak ada maknanya?
Begitulah kira-kira keadaan anak yang menderita gangguan belajar spesifik disleksia. Mereka terjebak dalam dunia yang penuh dengan tulisan-tulisan yang tidak dimengerti. Istilah disleksia mengacu pada gangguan membaca yang dimiliki oleh seseorang, seperti kesulitan membaca, memahami bacaan, kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti b, d, q, p, v, u, n, dan lainnya. Berbeda dengan slow learner, anak yang didiagnosis disleksia harus memiliki IQ rata-rata atau di atas rata-rata.
Jika anak Anda dalam tahap belum bisa membedakan mana huruf-huruf yang mirip seperti b dan d, maka cara pengajaran yang perlu dilakukan adalah mempelajari hurufnya satu persatu. Misalnya fokuskan pengajaran kali ini pada huruf b. Tulislah huruf b dalam ukuran yang besar kemudian mintalah anak untuk mengucapkan sembari tangannya mengikuti alur huruf b atau membuat kode tertentu oleh tangan. Latihlah dan perkuatlah terus menerus sampai ia bisa menguasainya, setelah itu mulailah beranjak ke huruf d.

Terdapat dua cara untuk mengajarkan anak membaca kata-kata: melihat dan mendengar kata tersebut satu persatu. Buatlah kata yang dicetak dalam ukuran besar – misalnya ‘buku’, setelah itu kita ucapkan ‘buku’, lalu mintalah anak mengulangi apa yang kita ucapkan yaitu ‘buku’. Tunjukanlah kata tersebut terus menerus, tambahkanlah beberapa kata yang sudah ia ketahui, hingga ia mengenali dan dapat mengucapkannya langsung begitu ia melihat kata ‘buku’.
Ada beberapa anak  yang sudah bisa membaca namun ia memiliki masalah dengan pemahaman
Baca selengkapnya »


Menangani Anak dengan Berkebutuhan khusus

Tidak semua anak akan tumbuh dan berkembang dengan proses dan keadaan yang sama. Ada beberapa anak yang memiliki kebutuhan-kebutuhan tertentu yang harus dipenuhi supaya mereka bisa tumbuh dan berkembang seperti anak-anak lainnya. Misalnya, anak yang memiliki kelemahan fisik, bermasalah dengan penglihatan, pendengaran, dan anggota tubuh lainnya, maupun anak yang mengalami kesulitan dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Dalam kasus yang seperti ini, orang tua harus memiliki kepekaan dalam mengenali kebutuhan yang diperlukan oleh anak.
Baca selengkapnya »